PP 23 Dicabut, Apa Tetap Bisa Menggunakan Tarif 0,5 Persen?

118 Views  | 

PP 23 Dicabut, Apa Tetap Bisa Menggunakan Tarif 0,5 Persen

Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 55 Tahun 2022 Tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan pada tanggal 20 Desember 2022 lalu, PP No. 23 Tahun 2018 resmi dicabut / dinyatakan tidak berlaku lagi. Sebagai pengingat, PP No. 23 Tahun 2018 adalah Peraturan Pemerintah yang mengesahkan tarif pajak 0,5% untuk bisnis dengan penjualan / peredaran bruto di bawah 4,8 miliar dalam satu tahun pajak.

Dengan dicabutnya PP No. 23 Tahun 2018, timbul pertanyaan tentang apakah tarif 0,5% masih bisa digunakan / diterapkan dalam bisnis UMKM?

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menegaskan bahwa dengan dicabutnya PP No. 23 Tahun 2018 dan digantikan dengan PP No. 55 Tahun 2022, tidak menghilangkan fasilitas tarif pajak penghasilan 0,5% bagi bisnis-bisnis dengan penjualan / peredaran bruto di bawah 4,8 miliar dalam satu tahun pajak.

Ketentuan-ketentuan mengenai tarif pajak penghasilan, kriteria wajib pajak, dan jangka waktu berlakunya tarif masih sama seperti yang tertuang pada PP No. 23, dan PP No. 55 hanya meneruskan ketentuan-ketentuan sebelumnya. Wajib Pajak yang ingin menggunakan fasilitas tarif 0,5% masih dapat menggunakannya sampai batas / jangka waktu yang sudah diatur dalam PP No 55 Tahun 2022.



Right Now Consulting is business consultant in Bali who is focusing to help individuals and businesses with their Accounting and Taxation matters. Right Now Consulting provides accounting / bookkeeping, tax consultant / taxation, and company formation / incorporation / setup services (CV / PT / PT PMA).

Powered by MakeWebEasy.com
This website uses cookies for best user experience, to find out more you can go to our Privacy Policy  and  Cookies Policy